JURNAL REKAYASA ENERGI https://jre.polindra.ac.id/index.php/jre <p><span style="font-weight: 400;">Jurnal Rekayasa Energi (JRE) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Pendingin dan Tata Udara Politeknik Negeri Indramayu. Jurnal ini berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis dibidang rekayasa energi, meliputi energi baru terbarukan, konversi energi, manajemen dan audit energi, komputasi energi, sistem refrigerasi dan tata udara, hingga instrumentasi kontrol. Penulis karya ilmiah dalam jurnal ini berasal dari peneliti atau calon peneliti dari berbagai lembaga/institusi pendidikan, penelitian, dan pengembangan. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam satu tahun yaitu pada Bulan Juni dan November.</span></p> <p><br />Jurnal Rekayasa Energi (JRE) is a scientific journal published by Department of Refrigeration Engineering and Air Conditioning at Politeknik Negeri Indramayu. This journal contains articles based on research and analytical studies in the field of energy engineering, covering new renewable energy, energy conversion, energy management and auditing, energy computing, refrigeration systems and air conditioning, up to control instrumentation. The authors of scientific papers in this journal come from researchers or prospective researchers from various educational, research, and development institutions. This journal is published 2 (two) times a year, namely in June and November.</p> <p>e-ISSN: 2985-3443 (online), p-ISSN: 2985-3427 (print).</p> Politeknik Negeri Indramayu en-US JURNAL REKAYASA ENERGI 2985-3427 ANALISIS PENGARUH VARIASI PUTARAN EXTRA FAN EVAPORATOR TERHADAP KINERJA COLD STORAGE MENGGUNAKAN MESIN OUTDOOR AC SPLIT UNTUK PENYIMPANAN PUREE MANGGA https://jre.polindra.ac.id/index.php/jre/article/view/41 <p>Penambahan <em>ekstra fan</em> pada evaporator<em> cold storage</em> menggunakan mesin <em>outdoor AC</em> <em>split </em>2 PK dimaksudkan untuk meningkatkan laju aliran udara dan penyerapan panas dari kabin agar tidak terjadi <em>defrost</em> pada sirip evaporator serta meningkatkan kapasitas pendinginan. Untuk menghindari energi yang berlebihan, perlu dilakukan pengujian laju aliran udara yang ideal agar diketahui nilai efisiensi maksimum. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengamati pengaruh variasi putaran <em>extra fan</em> evaporator <em>low</em>, <em>medium</em>, dan <em>high </em>terhadap kinerja <em>cold storage. </em>Pengujian dilakukan dengan menjalankan sistem menggunakan beban 500 kg air sampai air tersebut mencapai temperatur 6<sup>0</sup>C. Dari hasil pengujian didapat efisiensi untuk kecepatan <em>extra fan</em> evaporator <em>low</em> sebesar 76%, <em>extra fan</em> evaporator <em>medium</em> sebesar 78%, dan <em>extra fan</em> evaporator <em>high</em> sebesar 84%.</p> Aa Setiawan Wardika Muhammad Imam Copyright (c) 2023 JURNAL REKAYASA ENERGI 2023-11-29 2023-11-29 2 2 1 10 ANALISIS BATERAI EMERGENCY PADA INKUBATOR BAYI DENGAN VARIASI DAYA LAMPU PIJAR 25 WATT DAN 50 WATT https://jre.polindra.ac.id/index.php/jre/article/view/42 <p>Salah satu penyebab kematian bayi dikarenakan bayi berat lahir rendah (BBLR), kondisi ini banyak dialami oleh bayi prematur, dimana kondisi prematur menyebabkan hipotermia. Untuk itu bayi prematur harus segera mendapatkan perawatan inkubator. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan baterai darurat pada inkubator bayi, sehingga kondisi suhu bayi dalam inkubator tetap terjaga terutama disaat terjadi pemadaman listrik dari PLN. Metode yang dilakukan pada penelitian ini dengan pengujian pada berbagai variasi beban lampu pemanas pada inkubator terhadap baterai darurat yang digunakan. Untuk kapasitas baterai yang digunakan sebesar 9 Ah, 12 volt. Hasil pengujian yang didapat menunjukkan untuk variasi beban lampu pemanas 25 W, lampu dapat beroperasi selama 205 menit (3 jam 42 menit). Sedangkan pada variasi beban lampu 50 W, lampu beroperasi selama 140 menit (2 jam 33 menit).</p> Yudhy Kurniawan Wardika Winani Sasi Utami Copyright (c) 2023 JURNAL REKAYASA ENERGI 2023-11-29 2023-11-29 2 2 11 16 PENGARUH BENTUK SUDU IMPELLER BERBEDA TERHADAP TEKANAN PADA LUAS PENAMPANG SUCTION DAN DISCHARGE PADA POMPA SENTRIFUGAL MENGGUNAKAN SIMULASI CFD SOLIDWORKS FLOW SIMULATION https://jre.polindra.ac.id/index.php/jre/article/view/45 <p><em>A device or machine to move fluid fluids or increase fluid pressure. Centrifugal pump is one of the many types of pumps with different ways of working. Centrifugal pumps work by applying centrifugal force to the impeller to suck liquid. This centrifugal force causes vacuum pressure at the suction/inlet and increases the liquid pressure at the discharge/outlet of a liquid. CFD simulation testing and analysis using SOLIDWORKS software to determine variations in physical values such as pressure, discharge, speed and others when modifying parts of the 3D pump model being tested. The results of the first test obtained the highest discharge and torque values of 4 l/s and 1.08 Nm, the second test the discharge and torque decreased to 2.4 l/s and 0.54 Nm and the suction speed increased to 10.88 m/s. In the 3rd test, the outlet pressure rose to 127000 Pa, the speed rose to 7.6 m/s, the torque decreased by 0.17 Nm, and the discharge decreased to 1.69 l/s.</em></p> Suliono Muhamad Ghozali Deni Hidayatulloh Copyright (c) 2023 JURNAL REKAYASA ENERGI 2023-12-29 2023-12-29 2 2 17 23 KONTROL SISTEM PENDINGIN TEMPERATUR AIR DAN LARUTAN NUTRISI HIDROPONIK SELADA https://jre.polindra.ac.id/index.php/jre/article/view/43 <p>Bertambahnya jumlah penduduk mengakibatkan meningkatnya kebutuhan tempat tinggal sehingga mengurangi lahan pertanian. Oleh sebab itu diperlukan metode tanam di tempat yang sempit namun menghasilkan hasil panen yang banyak, salah satunya menggunakan metode hidroponik. Petani hidroponik sering kesulitan untuk menjaga temperatur air tetap stabil. Selain itu pemilik hidroponik juga kesulitan untuk menjaga suhu larutan nutrisi tetap stabil. Hal ini bertujuan agar tanaman yang ditanam khususnya selada dapat tumbuh dengan baik. Untuk mengatasi kendala tersebut, dibuatkan sistem pendingin air dan larutan nutrisi pada hidoponik tanaman selada. Tujuannya adalah untuk merancang sistem pendingin temperatur air dan nutrisi. Hal ini akan mempermudah petani hidroponik dalam hal menjaga temperatur suhu air dan nutrisi . Metode yang dilakukan dengan diawali studi literatur, perencanaan, pembuatan alat, pengujian, dan pengambilan data. Hasil untuk pendingin air menggunakan kompresi uap yaitu ketika suhu mencapai 27 <sup>o</sup>C maka sistem berhasil menyala dan ketika suhu mencapai 25 <sup>o</sup>C sistem berhasil mati. Sedangkan hasil sistem pendingin nutrisi menggunakan peltier yaitu ketika suhu mencapai 27 <sup>o</sup>C maka sistem berhasil menyala dan ketika suhu mencapai 25 <sup>o</sup>C sistem berhasil mati.</p> Bobi Khoerun Rofan Aziz Ferry Sugara Krisna Apriyanto Nabilah Putri A Aljaz Ramdhan K Copyright (c) 2023 JURNAL REKAYASA ENERGI 2023-11-29 2023-11-29 2 2 24 30 ANALISA PERFORMANCE MESIN ICE MAKER MENGGUNAKAN OUTDOOR AC BERKAPASITAS 7 KG https://jre.polindra.ac.id/index.php/jre/article/view/37 <p>AC merupakan sebuah mesin penyejuk udara yang banyak digunakan di rumah ataupun perkantoran. Ternyata, selain menyejukan ruangan, AC juga bisa digunakan untuk membuat es batu. Mesin yang digunakan berupa unit outdoor AC split..tujuan dari penelitian ini menganilasa performansi kerja mesin ice maker berdasarkan besarnya nilai COP 9 Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan sebagaimana berikut, COPcarnot sebesar 4,276 dan efisiensi 77,6 %, daya listrik 352 Watt, dan biaya listrik perbulan Rp 356.910.</p> Sunanto Dwikie Budhy Darmawan Copyright (c) 2023 JURNAL REKAYASA ENERGI 2023-11-29 2023-11-29 2 2 31 35 ANALISIS VARIASI TEMPERATUR PADA LEMARI PENGERING PAKAIAN MENGGUNAKAN ELEMEN PEMANAS https://jre.polindra.ac.id/index.php/jre/article/view/39 <p>Pengeringan pakaian secara tradisional dengan memanfaatkan sinar matahari. Pemanfaatan sinar matahari ini saat ini kurang efektif, apalagi dengan perubahan cuaca yang tidak dapat diprediksi. Dengan banyaknya kesibukan manusia, sehingga membutuhkan suatu alat pengering pakaian. Dalam penelitian ini dirancang sebuah alat pengering pakaian yang diharapkan bisa mengatasi kekurangan pengeringan menggunakan cahaya matahari. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui temperatur ideal pada lemari pengering pakaian. Metode yang digunakan adalah pengujian pada lemari pengering pakaian dengan variasi temperatur yang digunakan 50, 60, 70 ºC. Berdasarkan hasil pengujian pengeringan pakaian, temperatur yang ideal untuk proses pengeringan pakaian dengan jenis pakaian kaos dan kemeja adalah temperatur 60ºC membutuhkan daya 3.328,6 Watt serta biaya listrik yang dikeluarkan setiap bulan sebesar Rp. 254.910 dalam satu kali pemakaian setiap harinya. Nilai efisiensi pengeringan 1,88%, laju pengeringan 0,01744 kg/menit yang membutuhkan waktu 90 menit untuk mengeringkan pakaian dengan massa pakaian basah sebesar 2,7 kg.</p> Lutfiatus Sa’adah Latoifa Minnaa Lillah Tiara Insani Icha Fatwasauri Copyright (c) 2023 JURNAL REKAYASA ENERGI 2023-11-29 2023-11-29 2 2 36 42 ANALISIS PENGARUH VARIASI KADAR GARAM TERHADAP PROSES PEMBEKUAN PADA MESIN ES BATU 40 L DENGAN MENGGUNAKAN KOMPRESOR 1 PK https://jre.polindra.ac.id/index.php/jre/article/view/38 <p>Es batu merupakan bahan pelengkap yang berasal dari air yang dibekukan di dalam lemari pendingin. Dengan menggunakan mesin AC 1 pk pembuatan es batu bisa dilakukan dengan proses pendinginan udara dan juga bisa dilakukan pendinginan dengan media air garam (<em>brine</em>). Hal ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar air garam terhadap performansi mesin pembuat es batu. Dengan pengujian sebanyak 3 kali yaitu dengan konsentrasi kadar garam 30, 40, dan 50% dalam air sebanyak 40 liter pada pengujian selama 4 jam menggunakan refrijeran R22. Kesimpulan dari hasil penelitian ini, percobaan pengaruh kadar garam terhadap pembekuan es batu dengan menggunakan kadar garam 50 % lebih baik dibandingkan dengan kadar garam 30% dan 40 %. Dapat dilihat nilai COP aktual yaitu 4,5 dan COP carnotnya yaitu 8,1 sehingga memiliki nilai effisiensi lebih tinggi dengan nilai 55 %. Sedangkan pada kadar garam 30 % memiliki nilai COP aktual 3,2 dan COP carnot 7,4 sehingga didapatkan nilai effisiensi nya 43% dan kadar garam 40 % memiliki nilai COP aktual 3,7 dan COP carnot 7 sehingga didapatkan nilai effisiensi nya 53 %. Dari hasil di atas dapat diketahui bahwa semakin banyak persentase kadar garam pada sistem mesin pembekuan es batu, maka semakin rendah hasil suhu kabin yang didapatkan sehingga mempercepat pada proses pembekuan es batu.</p> Triaji Pangripto Pramudantoro Sunanto Wulan Copyright (c) 2023 JURNAL REKAYASA ENERGI 2023-11-29 2023-11-29 2 2 43 50 DAFTAR ISI JRE VOL 2 NO 2 https://jre.polindra.ac.id/index.php/jre/article/view/46 <p>DAFTAR ISI JRE VOL 2 NO 2</p> Jurnal Rekayasa Energi Copyright (c) 2023 JURNAL REKAYASA ENERGI 2023-12-29 2023-12-29 2 2 COVER JRE VOL 2 NO 2 https://jre.polindra.ac.id/index.php/jre/article/view/47 <p>COVER JRE VOL 2 NO 2</p> Jurnal Rekayasa Energi Copyright (c) 2023 JURNAL REKAYASA ENERGI 2023-12-29 2023-12-29 2 2